"Candi Borobudur Diboyong ke London Dinas Budaya serta Pariwisata Jawa Tengah (Jateng) menyongsong baik ajakan 'Indonesia Weekend' untuk menghadirkan beragam atraksi budaya di London. Bahkan juga Jateng siap memboyong satu diantara ikon wisatanya ke Negeri Ratu Elizabeth itu.
Hal semacam itu di sampaikan Kepala Bagian Pemasaran Budaya serta Pariwisata Jawa Tenggah, Trenggono waktu didapati di Kementerian Perindustrian, Selasa, 17 Mei 2016.
Gagasannya, mereka bakal memboyong 10 penari bersama seniman tari kenamaan Didik Nini Towok yang bertindak sebagai koreografer dalam mengarahkan style tari Dwimuka Jepindo Topeng Walangkekek, tari Sintren Anyar, serta tari Wulang Gatho.
" Kelak Mas Didik bakal menari satu kali yang bekerjasama dengan saxofonis Nano Tirta untuk menemani tariannya, " tutur Trenggono.
Terkecuali tarian, Jawa Tengah mengakui bakal konsentrasi mengangkat topik 'Wonderful of Central Java' dengan menghadirkan kemegahan Candi Borobudur. Menurut Trenggono, pihaknya demikian ketertarikan lantaran terasa mempunyai ikatan batin yang cukup kental dengan orang-orang Inggris.
Menengok 200 th. ke belakang, histori mencatatkan kalau Candi Borubudur sukses diketemukan oleh seseorang berkewarganegaraan Inggris bernama Thomas Stamford Raffles. Tidak cuma itu, Raffles juga menuliskan buku berjudul History of Java yang mempunyai fungsi utama untuk orang-orang Jawa Tengah sampai sekarang ini.
" Yang temukan kembali Borobudur orang Inggris serta saat ini Pangeran Charles, David Beckham, yang memiliki Facebook bila ke Indonesia senantiasa bertandang ke Borobudur, " katanya memberikan.
Tidak cuma itu saja, Dinas Budaya serta Pariwisata Jawa Tengah juga sudah menyiapkan miniatur Candi Borobudur yang di buat dari abu vulkanik bekas letusan Gunung Merapi. Menurut Trenggono, latar belakang pembuatan miniatur ini yang perlu diapresiasi lantaran dihimpun dari beberapa bahan yang mempunyai narasi sendiri.
" Miniaturnya ukuran 20x20 namun orang-orang Eropa mesti melihat dengan cara segera seperti apa Borobudur agar bukan sekedar menduga-duga dari gambarnya. Kami bawa sedikit lantaran memanglah didesain untuk souvernir, " kata Trenggono.
Mereka akan membawa dua jenis batik, yakni batik Lasem yang mewakili batik pesisiran dengan ciri khas warna cerah. Lantas ada juga batik Solo sebagai deskripsi batik-batik Keraton.
Sedang untuk promo pariwisata, mereka bakal menggandeng Asita yang siap tawarkan paket-paket wisata ke Jawa Tengah. Terlebih paket wisata yang berkaitan dengan Joglo Semar (Yogyakarta-Solo-Semarang) sesuai sama arahan Menteri Pariwisata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar